JAKARTA — Menyikapi dinamika geopolitik terkini serta eskalasi ketegangan militer di regional "Medan" antara Polandia dan Bulgaria, Pemerintah Republik Eclesiar Indonesia perlu menyampaikan pernyataan resmi demi memberikan kepastian arah kebijakan luar negeri sekaligus menjaga stabilitas nasional Indonesia.

Sebagai bangsa yang baru tumbuh dan memiliki kekuatan militer yang relatif kecil dibandingkan kekuatan besar lainnya, Pemerintah Indonesia menegaskan untuk menggunakan langkah pendekatan diplomasi dengan senantiasa berlandaskan pada prinsip politik luar negeri 'Bebas-Aktif' (Free-Active).

"Bebas", artinya Indonesia berdiri di posisi netral dan tidak memihak, tidak terikat pada pakta militer mana pun, serta tidak terseret dalam arus perseteruan antar kekuatan besar yang tengah berkonflik.

"Aktif", artinya Indonesia secara proaktif terus menjalin komunikasi dan persahabatan yang baik guna mendorong stabilitas nasional melalui jalur diplomasi yang santun serta menghormati kedaulatan masing-masing pihak.

Pemerintah Indonesia juga menyatakan tidak akan ikut campur tangan maupun mempermasalahkan dinamika militer di wilayah regional Indonesia lainnya yang saat ini berada di bawah kendali atau pengawasan pihak luar. Indonesia menghormati peta kekuatan geopolitik global yang sedang berlangsung, dan memilih untuk fokus pada pembangunan internal Indonesia di satu-satunya wilayah yang dikelola secara mandiri oleh pemerintah Eclesiar Indonesia saat ini, yaitu Ibu Kota Jakarta.

Sebagai langkah preventif demi melindungi masa depan komunitas rakyat Eclesiar Indonesia yang baru tumbuh, Presiden Ozario telah mengambil langkah diplomasi dengan membuka jalur komunikasi langsung kepada pimpinan tertinggi kedua belah pihak yang sedang menghadapi dinamika geopolitik di regional "Medan".

Dalam komunikasi tersebut, Pemerintah Indonesia secara terbuka dan penuh kerendahan hati mengharapkan agar Ibu Kota Jakarta dapat dikecualikan serta dijauhkan dari segala bentuk zona konflik militer.

Jakarta merupakan pusat komunitas, basis utama ekonomi rakyat Eclesiar Indonesia, serta fondasi vital bagi para pemain Indonesia untuk belajar dan berkembang. Kehancuran infrastruktur di Jakarta akan memadamkan pertumbuhan komunitas yang baru saja mulai bangkit.

Pemerintah Republik Eclesiar Indonesia percaya bahwa jalan diplomasi dan sikap saling menghormati adalah fondasi utama dalam menjaga hubungan yang sehat, adil, dan menyenangkan bagi semua pihak. Indonesia akan terus menjaga persahabatan serta hubungan baik dengan seluruh bangsa di dunia Eclesiar.

Jakarta, 8 Oktober 2026

Ozario - Presiden Republik Eclesiar Indonesia