
JAKARTA — Berdasarkan hasil rekapitulasi Pemilihan Umum (Pemilu) Presiden Republik Eclesiar Indonesia pada 1 Oktober 2026 kemarin, Komisi Pemilihan Umum (KPU) Republik Eclesiar Indonesia secara resmi menetapkan Ozario sebagai Presiden terpilih untuk masa jabatan 2 Oktober 2026 hingga 1 November 2026. Kemenangan ini menandai dimulainya babak baru kepemimpinan nasional Indonesia.
Dalam pidato perdananya setelah penetapan hasil pemilu, Ozario menyampaikan rasa terima kasih dan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh warga negara yang telah berpartisipasi aktif dalam proses demokrasi ini. Ia menegaskan bahwa kemenangan tersebut bukanlah milik pribadi atau kelompok tertentu, melainkan kemenangan bersama seluruh rakyat Indonesia.
"Proses pemilu telah selesai dan kini saatnya kita melangkah bersama. Mulai hari ini, saya memikul amanah ini bukan sekadar sebagai representasi dari Partai Garuda Nusantara, melainkan sebagai Presiden bagi seluruh rakyat Eclesiar Indonesia tanpa terkecuali. Terima kasih atas kepercayaan dan mandat besar yang telah diberikan oleh seluruh rakyat," ujar Ozario.
Menindaklanjuti mandat kepercayaan tersebut, pemerintah baru di bawah kepemimpinan Ozario siap mengeksekusi rangkaian rencana strategis dan visi-misi nasional yang menitikberatkan pada penguatan internal serta stabilitas negara. Agenda prioritas yang diusung berfokus pada persatuan dan pembinaan komunitas secara berkesinambungan, efisiensi distribusi dan pengelolaan fasilitas ekonomi nasional, serta penguatan fondasi bangsa.
Presiden Ozario turut mengajak seluruh elemen masyarakat, para pejuang, para pebisnis, para intelektual, serta para diaspora Indonesia di seluruh dunia eclesiar, dan lainnya untuk menyatukan barisan dan bekerja sama dalam membangun Indonesia ke depan.
Perjalanan panjang baru saja dimulai. Mari kita bahu-membahu, mempererat persatuan, dan bekerja keras demi membawa Republik Eclesiar Indonesia menjadi bangsa yang bersatu, mandiri, dan berjaya bersama.
*NLP
