JAKARTA — Punya perusahaan sendiri merupakan salah satu langkah menarik dalam perjalanan ekonomi di Eclesiar. Namun, apakah semakin banyak perusahaan yang dimiliki berarti semakin kaya? Apakah pabrik dengan kualitas tertinggi selalu menjadi pilihan paling menguntungkan?

Belum tentu!

Membangun bisnis bukan sekadar mengeluarkan Gold untuk mendirikan perusahaan, lalu menunggu keuntungan datang. Ada banyak hal yang perlu dipertimbangkan, mulai dari kebutuhan pasar, biaya produksi, upah pekerja, polusi wilayah, hingga kualitas perusahaan yang paling sesuai dengan produk yang ingin dijual.

Dalam artikel ini, saya ingin berbagi strategi yang saya gunakan sebagai panduan dalam membangun kekayaan di Eclesiar, khususnya melalui perusahaan bahan baku (raw-material companies) dan pabrik pengolahan (factories).

Tentu saja, setiap pemain memiliki tujuan dan gaya bermain yang berbeda. Ada yang fokus berperang, berpolitik, membangun bisnis, atau menikmati seluruh fitur permainan. Tidak ada satu strategi yang wajib diikuti semua orang.

Ini bukan satu-satunya cara yang benar untuk bermain Eclesiar. Saya hanya ingin berbagi strategi pribadi dalam membangun kekayaan secara bertahap, dengan harapan bisa membantu para perintis yang ingin mengembangkan bisnisnya dari nol.

Mari kita mulai!

1. Sebelum Membangun Perusahaan, Pilih Lokasi dengan Cermat

Salah satu hal yang sering terlewatkan pemain baru adalah menentukan lokasi perusahaan.

Di Eclesiar, perusahaan tidak hanya dipengaruhi oleh kualitasnya, tetapi juga kondisi wilayah tempat perusahaan tersebut berada. Karena itu, jangan langsung mendirikan perusahaan di wilayah yang kebetulan sedang kamu tempati.

Ada beberapa faktor yang perlu diperhatikan.

A. Polusi Wilayah (Pollution)

Polusi memengaruhi efisiensi produksi. Semakin tinggi polusi suatu wilayah, semakin besar potensi penurunan hasil produksi akibat faktor tersebut.

Coba buka peta dan periksa tampilan ekonomi (Economic View) untuk membandingkan tingkat polusi antardaerah.

Wilayah dengan polusi rendah bisa menjadi pilihan menarik, terutama ketika kamu ingin memaksimalkan jumlah produksi. Namun, jangan hanya melihat polusi. Bonus sumber daya dan faktor lainnya juga perlu dipertimbangkan.

B. Bonus Sumber Daya Wilayah

Wilayah tertentu dapat memberikan bonus produksi sesuai dengan jenis sumber daya atau industri yang berkaitan dengannya.

Jika kamu ingin membangun perusahaan bahan baku, periksa apakah wilayah tersebut memiliki bonus yang mendukung jenis bahan baku yang ingin diproduksi.

Untuk pabrik pengolahan, perhatikan pula bonus produksi barang jadi yang relevan.

Jangan berasumsi bahwa semua wilayah memberikan hasil produksi yang sama. Bandingkan kondisi wilayah melalui peta dan informasi yang tersedia dalam permainan.

C. Pajak dan Upah Minimum

Sebelum merekrut karyawan, periksa aturan ketenagakerjaan negara yang mengatur wilayah perusahaanmu.

Ada beberapa hal yang perlu dibedakan:

  • Upah minimum (Minimum Wage): menentukan batas minimum gaji kotor yang boleh ditawarkan kepada pekerja.

  • Pajak kerja (Work Tax): dipotong dari gaji kotor untuk menentukan gaji bersih yang diterima pekerja. Namun, sebagai pemilik perusahaan, kamu tetap membayar gaji kotor sesuai penawaran.

  • Pajak penjualan (VAT): memengaruhi pendapatan bersih dari penjualan barang di pasar. (Jika ingin langsung menjualnya di negara tersebut)

  • Pajak impor (Import Tax): dapat dikenakan kepada penjual dari negara lain sesuai aturan negara tujuan. (Jika ingin langsung menjualnya di negara tersebut)

Periksa tarif yang berlaku di negara tempat perusahaan beroperasi. Kebijakan pajak dan upah dapat berubah mengikuti keputusan pemerintahan negara tersebut.

Ingat, biaya tenaga kerja tidak hanya ditentukan oleh angka gaji yang kamu lihat, tetapi juga aturan yang berlaku. Sementara itu, pajak penjualan dan impor dapat memengaruhi keuntungan ketika produk dipasarkan.

D. Pertimbangkan Membangun Perusahaan di Indonesia (Asal Negara kamu)

Jika tujuanmu adalah mengembangkan bisnis sekaligus mendukung ekonomi Indonesia (atau negara kamu), membangun perusahaan di negara sendiri layak dipertimbangkan.

Pajak yang masuk ke kas negara dapat mendukung keuangan negara sesuai mekanisme permainan. Dengan berkontribusi pada aktivitas ekonomi domestik, kita turut membantu membangun ekosistem bisnis nasional yang manfaatnya dapat dirasakan bersama.

Namun, tentu saja keputusan lokasi tetap harus mempertimbangkan kelayakan bisnis. Jangan memaksakan lokasi tertentu jika biaya dan kondisi produksinya tidak mendukung rencana usaha.

Strategi yang baik bukan sekadar mencari biaya termurah, tetapi menemukan kombinasi lokasi, produksi, dan pasar yang paling sesuai.

2. Kenali Dua Jenis Perusahaan: Bahan Baku dan Pabrik Pengolahan

Sebelum menyusun strategi, kita harus memahami perbedaan mendasar antara kedua jenis perusahaan ini.

A. Perusahaan Bahan Baku (Raw-Material Companies)

Perusahaan bahan baku berfungsi menghasilkan bahan mentah yang digunakan oleh pemain lain atau perusahaan pengolahan.

Contohnya:

  • Farm menghasilkan gandum (grain).

  • Iron Mine menghasilkan besi (iron).

  • Titanium Mine menghasilkan titanium.

  • Oil Well menghasilkan bahan bakar (fuel).

Keunggulan utama perusahaan bahan baku adalah tidak memerlukan bahan baku tambahan. Kamu cukup menjalankan produksi melalui energi yang digunakan untuk bekerja sebagai karyawan atau mengelola perusahaan sendiri.

​Namun, ada perbedaan penting antara kedua cara tersebut.

​Jika kamu bekerja sebagai karyawan, kamu memperoleh gaji dan perusahaan tempatmu bekerja menghasilkan bahan baku. Jika kamu mengelola perusahaan milikmu sendiri, kamu menggunakan energi untuk menjalankan produksi dan memperoleh hasilnya sebagai pemilik.

Catatan: kamu tidak bisa menjadi karyawan dari perusahaan kamu sendiri, karena kamu adalah manajernya

​Pengelolaan perusahaan sendiri menggunakan sistem Work as Manager (WAM). Setiap aksi (termasuk WAM) membutuhkan 10 energi. WAM harian pertama umumnya dapat dijalankan/dilakukan secara gratis jika memenuhi persyaratan permainan, sementara pengelolaan berikutnya dikenai biaya tambahan berupa Gold + Pajak. Karena itu, untuk strategi hemat modal, saya menyarankan cukup mengelola perusahaan satu kali sehari.

B. Pabrik Pengolahan (Factories)

Berbeda dengan perusahaan bahan baku, pabrik pengolahan memerlukan bahan mentah untuk menghasilkan barang jadi.

Contohnya:

  • Food Factory menggunakan gandum untuk menghasilkan makanan.

  • Weapons Factory menggunakan besi untuk menghasilkan senjata darat.

  • Aerial Weapon Factory menggunakan titanium untuk menghasilkan senjata udara.

  • Airlines Company menggunakan bahan bakar untuk menghasilkan tiket pesawat.

Artinya, selain memerlukan energi untuk menjalankan produksi, pabrik juga membutuhkan persediaan bahan baku yang sesuai.

Di sinilah tantangan bisnis mulai meningkat. Kamu perlu mengelola dua hal sekaligus: ketersediaan bahan mentah dan biaya produksi barang jadi.

Jika bahan baku terlalu mahal, keuntungan pabrik bisa menipis. Sebaliknya, jika kamu mampu menghasilkan bahan baku sendiri dengan biaya efisien, kamu memiliki peluang untuk membangun rantai produksi yang lebih terintegrasi.

3. Strategi Saya: Mulai dari Bahan Baku, Bukan Pabrik

Kalau saya memulai akun dari nol dan ingin membangun kekayaan melalui bisnis dengan kondisi ekonomi Indonesia sekarang, saya tidak akan langsung mendirikan pabrik pengolahan.

Saya akan mulai dengan mengamati pasar.

Buka Market → General Market di negara asal, kemudian periksa berbagai barang jadi (Makanan, Senjata Darat, Pesawat, Tiket) yang dijual di sana.

Perhatikan produk apa yang stoknya relatif sedikit dibandingkan produk sejenis. Ini bisa menjadi petunjuk awal mengenai peluang pasar, meskipun stok rendah tidak selalu berarti permintaan tinggi.

Saya akan memilih salah satu rantai produksi yang menarik, kemudian mendirikan perusahaan bahan bakunya terlebih dahulu.

Mengapa?

Karena perusahaan bahan baku tidak membutuhkan bahan produksi tambahan. Biaya awal perusahaan Q1 adalah 10 Gold, dan saya bisa menjalankan produksi sendiri tanpa harus mengeluarkan uang untuk membeli bahan mentah.

Dengan demikian, saya dapat memulai bisnis sambil terus mengumpulkan modal.

Perlu diingat, perusahaan bahan baku menghasilkan komoditas mentah, bukan barang jadi yang sebelumnya saya amati di pasar. Pengamatan pasar tersebut digunakan untuk menentukan rantai produksi yang ingin saya bangun ke depannya.

Misalnya, setelah melihat peluang pada pasar makanan, saya bisa mempertimbangkan untuk membangun Farm terlebih dahulu, lalu mengembangkan Food Factory setelah fondasi bisnisnya lebih kuat.

Strategi ini membuat saya tidak perlu langsung mengeluarkan banyak Gold untuk membangun seluruh rantai produksi sekaligus.

4. Jalankan Perusahaan Sendiri dan Jual Hasilnya Setiap Hari

Setelah perusahaan bahan baku berdiri, langkah selanjutnya cukup sederhana.

Pertama, gunakan kesempatan WAM gratis untuk menjalankan produksi setiap hari. Hindari WAM berbayar berulang kali jika tujuanmu adalah menghemat modal.

Kedua, jual hasil produksinya di General Market negara tempat kamu berjualan (biasanya newbie hanya jualan didalam negeri).

Jangan khawatir jika barang tidak langsung terjual. Kamu bisa memeriksa harga penawaran lain, mengevaluasi harga jual, dan memantau perubahan stok pasar.

Jika barang belum laku, persediaan itu masih dapat berguna untuk rencana bisnis berikutnya, selama kapasitas penyimpananmu masih mencukupi.

Namun, jangan sampai kamu terus menumpuk barang tanpa memeriksa kebutuhan pasar. Kapasitas inventori akun pribadi terbatas, sehingga persediaan yang terlalu banyak dapat menghambat produksi dan aktivitas lainnya.

Pada tahap ini, tujuan saya bukan semata-mata mendapatkan keuntungan besar dari penjualan bahan baku. Saya ingin membangun kebiasaan produksi harian, mengumpulkan stok, dan menyiapkan modal untuk peningkatan perusahaan.

Sambil menjalankan perusahaan, tetap selesaikan Daily Mission dan aktivitas lain yang memberikan Gold. Jangan sampai seluruh perhatianmu tercurah pada bisnis hingga melewatkan sumber daya gratis yang tersedia.

5. Tingkatkan Kualitas Perusahaan Bahan Baku hingga Q3

Inilah inti strategi yang ingin saya bagikan.

Alih-alih buru-buru membuka banyak perusahaan, saya akan mengumpulkan Gold terlebih dahulu untuk meningkatkan kualitas perusahaan bahan baku yang sudah dimiliki.

Kualitas perusahaan ditandai dengan Q1 hingga Q5, atau satu sampai lima bintang.

Untuk perusahaan bahan baku, semakin tinggi kualitasnya, semakin banyak bahan mentah yang dapat dihasilkan dalam satu kali produksi dasar.

Sebagai ilustrasi, berikut jumlah produksi dasar gandum berdasarkan kualitas perusahaan:

Kualitas

Produksi dasar per shift

Q1

19 unit

Q2

39 unit

Q3

58 unit

Q4

78 unit

Q5

97 unit

Angka tersebut merupakan produksi dasar sebelum pengaruh bonus, polusi, keterampilan pekerja, dan faktor produksi lainnya.

Biaya peningkatan kualitas juga perlu diperhitungkan. Berdasarkan tabel biaya dasar perusahaan yang tersedia saat artikel ini disusun, peningkatan Q1 ke Q2 memerlukan 10 Gold, sedangkan Q2 ke Q3 memerlukan 40 Gold. Periksa biaya aktual yang ditampilkan permainan sebelum melakukan peningkatan karena aturan atau potongan tertentu (misal buff dari universitas atau item) dapat memengaruhinya.

Mengapa saya menyarankan Q3 sebagai target awal?

Karena saya ingin membangun fondasi produksi bahan baku yang cukup kuat sebelum menambahkan proses pengolahan. Q3 menjadi titik awal yang masuk akal untuk strategi ini, bukan berarti Q3 selalu paling menguntungkan untuk setiap produk dan kondisi pasar.

Mengapa Q3 Menarik Saat Merekrut Karyawan?

Ketika kamu merekrut karyawan, biaya gaji perlu dibandingkan dengan jumlah barang yang dihasilkan.

Misalnya, dengan asumsi gaji kotor satu pekerja sebesar 2 IDR per shift dan produksi sesuai tabel dasar:

Kualitas

Produksi

Biaya gaji per unit

Q1

19 unit

0,105 IDR

Q2

39 unit

0,051 IDR

Q3

58 unit

0,034 IDR

Perhitungan tersebut menggunakan rumus:

Biaya gaji per unit = gaji kotor ÷ jumlah produksi.

Dari contoh di atas, terlihat bahwa biaya gaji per unit semakin rendah ketika produksi meningkat, sementara gaji kotor diasumsikan tetap.

Inilah salah satu alasan mengapa perusahaan bahan baku berkualitas lebih tinggi dapat menjadi fondasi yang menarik untuk bisnis berbasis karyawan.

Namun, perlu dicatat bahwa 2 IDR di atas hanyalah asumsi untuk contoh perhitungan, bukan pernyataan bahwa upah minimum Indonesia selalu sebesar itu. Upah minimum yang berlaku mengikuti ketentuan negara dalam permainan, dan hasil produksi aktual dapat berbeda akibat berbagai faktor.

Selain itu, perhitungan ini hanya memperlihatkan komponen biaya gaji. Biaya lain, pajak, dan harga jual tetap perlu diperhitungkan ketika menghitung keuntungan bersih.

6. Setelah Q3, Mulai Rekrut Karyawan

Setelah perusahaan bahan baku mencapai Q3, saya akan mulai mempertimbangkan membuka lowongan kerja.

Alasannya sederhana: saya ingin memanfaatkan peningkatan produksi dari kualitas perusahaan yang lebih tinggi.

Dengan jumlah karyawan yang sesuai, perusahaan dapat menghasilkan bahan baku tanpa saya harus menggunakan seluruh waktu dan energi untuk menjalankan setiap proses produksi sendiri.

Tetapi, jangan asal memasang lowongan.

Pastikan kas perusahaan atau akun pemilik cukup untuk membayar gaji. Periksa juga apakah kapasitas penyimpanan mencukupi dan apakah ada kebutuhan lain yang harus dipenuhi.

Produksi karyawan menggunakan bahan baku jika bekerja di pabrik pengolahan. Untuk perusahaan bahan baku, tidak ada bahan produksi tambahan yang perlu disediakan, tetapi gaji pekerja tetap menjadi biaya yang harus dibayar.

Satu hal lagi: hasil produksi karyawan tidak selalu sama dengan angka produksi dasar pada tabel. Jumlah pekerja yang sudah bekerja pada hari itu, keterampilan ekonomi, bonus wilayah, polusi, dan berbagai modifier dapat memengaruhi hasilnya.

Karena itu, periksa hasil produksi aktual dan evaluasi apakah merekrut tambahan karyawan masih menguntungkan.

7. Bangun Pabrik Pengolahan yang Sesuai dengan Bahan Bakumu

Setelah perusahaan bahan baku berkembang, barulah saya mempertimbangkan mendirikan pabrik pengolahan.

Prinsip saya: bangun pabrik yang menggunakan bahan baku dari rantai produksi yang sudah kamu kembangkan.

Jika kamu telah mengembangkan Farm hingga Q3, misalnya, kamu dapat mempertimbangkan Food Factory untuk mengolah gandum menjadi makanan.

Dengan cara ini, kamu tidak sepenuhnya bergantung pada pembelian bahan baku dari pasar.

Namun, jangan menganggap bahan baku sendiri berarti gratis (apalagi kalo bahan baku itu dari hasil kerja karyawan). Bahan tersebut tetap memiliki nilai ekonomi karena bisa dijual ke pasar. Ketika menggunakannya untuk produksi barang jadi, kamu mengorbankan peluang untuk menjualnya secara langsung.

Oleh sebab itu, hitung nilai bahan baku berdasarkan harga pasar yang realistis, kemudian bandingkan dengan pendapatan dari penjualan produk jadi setelah seluruh biaya diperhitungkan.

Perhatikan pula kapasitas penyimpanan. Bahan mentah dan barang jadi sama-sama menggunakan ruang inventori, sementara kebutuhan ruang setiap produk berbeda.

Mengapa Tidak Langsung Membuat Pabrik Q3 atau Q5?

Karena pabrik pengolahan memiliki karakteristik yang berbeda dari perusahaan bahan baku.

Untuk perusahaan bahan baku, kualitas yang lebih tinggi umumnya menghasilkan jumlah bahan mentah yang lebih banyak.

Sebaliknya, untuk pabrik pengolahan, kualitas yang lebih tinggi menghasilkan produk dengan kualitas lebih tinggi, tetapi jumlah unit yang diproduksi per shift dasar justru cenderung lebih sedikit. Kebutuhan bahan bakunya pun meningkat.

Berikut gambaran produksi dasar pabrik berdasarkan kualitas:

Kualitas pabrik

Makanan

Senjata darat

Q1

60 unit

197 unit

Q2

49 unit

143 unit

Q3

38 unit

105 unit

Q4

27 unit

77 unit

Q5

16 unit

56 unit

Angka di atas merupakan resep produksi dasar pada pengaturan standar, sebelum modifier lainnya. Kebutuhan bahan baku dan hasil akhir harus diperiksa sesuai jenis pabrik serta mekanisme produksi yang berlaku.

Perhatikan bahwa kualitas yang lebih tinggi bukan berarti jumlah unit lebih banyak. Karena itu, jangan otomatis meningkatkan pabrik ke kualitas tertinggi.

8. Cari Kualitas yang Paling Sesuai dengan Pasar

Menurut saya, salah satu kesalahan yang perlu dihindari adalah menganggap Q5 selalu menjadi target terbaik.

Tujuan bisnis bukan sekadar menghasilkan produk berkualitas tinggi, melainkan menjual produk dengan hasil ekonomi yang masuk akal.

Sebagai contoh, mungkin ada pasar yang lebih aktif membeli makanan Q3 dibandingkan makanan Q5. Jika harga jual Q3 cukup menarik dan biaya produksinya lebih efisien, Q3 bisa menjadi pilihan yang lebih baik untuk bisnis tertentu.

Sebaliknya, jika ada permintaan kuat untuk Q5 dan harga jualnya mampu menutupi seluruh biaya tambahan, kualitas yang lebih tinggi bisa menjadi pilihan yang tepat.

Sebelum meningkatkan pabrik, periksa:

  1. Stok produk dengan berbagai kualitas di pasar lokal.

  2. Harga penawaran dan kemungkinan barang benar-benar terjual.

  3. Jumlah bahan baku yang diperlukan untuk setiap shift.

  4. Gaji pekerja dan biaya bahan baku (HPP bahan baku).

  5. Pajak penjualan serta biaya lain yang berlaku di pasar yang menjadi target jualan.

  6. Keuntungan bersih yang diperkirakan untuk setiap kualitas.

Jangan hanya membandingkan harga jual per unit. Bandingkan juga total biaya dan jumlah unit yang dapat dihasilkan.

Kualitas terbaik untuk bisnismu adalah kualitas yang sesuai dengan kebutuhan pasar dan menghasilkan perhitungan ekonomi yang sehat, bukan selalu kualitas tertinggi.

Pembahasan tentang strategi penjualan yang lebih mendalam, termasuk penjualan ke luar negeri, akan saya bahas dalam artikel tersendiri.

9. Kapan Sebaiknya Mendirikan Holding?

Setelah memiliki beberapa perusahaan, mungkin kamu mulai mempertimbangkan untuk mendirikan holding company.

Holding dapat membantu mengelola bisnis sebagai entitas tersendiri. Fitur ini memiliki inventori dan kas sendiri, sehingga persediaan serta modal bisnis dapat dipisahkan dari inventori dan kas akun pribadi.

Dalam sistem Eclesiar, kapasitas awal inventori holding adalah 3.750 unit. Kapasitas tersebut dapat ditingkatkan dengan biaya Gold sesuai ketentuan yang berlaku.

Lalu, apakah kamu perlu langsung mendirikan holding begitu memiliki perusahaan pertama?

Menurut saya, tidak perlu terburu-buru.

Pembuatan holding membutuhkan 50 Gold. Selain itu, kamu perlu memahami pengelolaan inventori, kas, peran manajemen, serta mekanisme bisnis holding itu sendiri.

Jika baru memiliki satu perusahaan bahan baku dan belum memiliki kebutuhan penyimpanan tambahan, biaya tersebut mungkin lebih baik diprioritaskan untuk mengembangkan perusahaan yang sudah ada.

Saya akan mulai mempertimbangkan holding ketika:

  • Jumlah perusahaan dan persediaan mulai berkembang.

  • Inventori akun pribadi tidak lagi mencukupi untuk mendukung rencana produksi.

  • Saya ingin memisahkan modal operasional bisnis dari aset pribadi.

  • Saya ingin mengelola beberapa perusahaan melalui struktur bisnis yang lebih terorganisasi.

  • Saya sudah memahami manfaat dan biaya tambahan dari pengelolaan holding.

Perlu diingat bahwa holding bukan sekadar tempat penyimpanan. Ada pengelolaan tersendiri yang perlu dipahami, dan kesempatan WAM gratis pribadi tidak berlaku untuk perusahaan yang dimiliki holding.

Jika tujuanmu hanya ingin memulai bisnis kecil, perusahaan pribadi sudah cukup untuk mempelajari dasar-dasar produksi. Ketika bisnis berkembang dan kebutuhan pengelolaan meningkat, barulah holding layak dipertimbangkan.

10. Jangan Lupa Menghitung Biaya dan Mengevaluasi Bisnis

Terakhir, jangan sampai strategi yang terlihat bagus di atas kertas justru membuatmu merugi karena tidak mengevaluasi hasil aktual.

Catat produksi, biaya gaji, bahan baku yang digunakan, pajak, serta hasil penjualan. Bandingkan keuntungan dari menjual bahan mentah dengan keuntungan dari mengolahnya menjadi produk jadi.

Jika ternyata menjual bahan baku lebih menguntungkan pada kondisi pasar tertentu, kamu tidak harus memaksakan seluruh bahan baku masuk ke pabrik.

Sebaliknya, jika pengolahan memberikan keuntungan bersih lebih tinggi, kamu bisa mengalokasikan bahan baku sesuai kebutuhan produksi.

Periksa juga perubahan harga, persediaan, dan kondisi wilayah secara berkala. Bisnis yang menguntungkan hari ini belum tentu memberikan hasil yang sama ketika kondisi pasar berubah.

Ingat, membangun perusahaan adalah proses belajar. Jangan takut mengubah strategi ketika data menunjukkan bahwa cara sebelumnya tidak lagi efektif.

Pesan dari Sang Perintis: Bangun Bisnis dengan Perhitungan, Bukan Sekadar Ambisi

Bagi saya, membangun kekayaan di Eclesiar bukan tentang siapa yang paling cepat memiliki banyak perusahaan. Yang lebih penting adalah memahami bagaimana setiap perusahaan bekerja, dari mana keuntungan berasal, dan bagaimana modal dapat digunakan secara efektif.

Strategi yang saya bagikan dalam artikel ini dimulai dari pengamatan pasar, membangun perusahaan bahan baku, meningkatkan kualitasnya hingga Q3, lalu mengembangkan pabrik pengolahan sesuai kebutuhan.

Sekali lagi, ini hanyalah salah satu pendekatan. Kamu bisa memiliki strategi yang berbeda dan tetap berkembang dengan baik.

Tidak ada kewajiban untuk mengikuti seluruh langkah ini. Sesuaikan dengan tujuan bermain, modal, kondisi pasar, dan kesempatan yang kamu miliki.

Jika kamu ingin berdiskusi mengenai bisnis, perusahaan bahan baku, atau strategi membangun ekonomi di Eclesiar, jangan ragu untuk menyapa saya, Alcadian, di dalam game.

Mari kita belajar bersama, membangun bisnis yang lebih cerdas, dan memperkuat ekonomi Indonesia di Eclesiar!

SUARA PERINTIS NUSANTARA

Wadah Edukasi & Penguat Komunitas Perintis Indonesia.